Sumber foto: depok.go.id
Akra Games - Kota Depok sedang melakukan gebyar vaksinasi di 11 kecamatan untuk mempercepat pemberian vaksin COVID-19 kepada warga. Di hari kedua perayaan vaksinasi, masih ada ribuan warga Kota Depok yang belum bisa divaksin.
Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan gebyar vaksinasi ini digelar untuk mengejar target pemberian vaksin COVID-19 di wilayahnya.
“Target sasaran pemberian vaksin di Kota Depok yaitu sebanyak 1.613.557 sasaran,” kata Idris, Sabtu (4/9/2021).
Gebyar vaksinasi akan dilaksanakan pada 1 hingga 5 September 2021 di 11 kantor kecamatan. Vaksin yang digunakan adalah jenis Pfizer dengan target sekitar 600 hingga 1.000 dosis per hari di setiap kecamatan.
“Mekanisme pendaftaran vaksinasi ini melalui Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ) di
setiap RW,” ujarnya.
Vaksinasi di Kota Depok baru mencapai 33 persen
Idris mengatakan, dari jumlah target yang telah ditentukan, vaksinasi pertama Covid-19 yang sudah dilakukan sebanyak 537.091 orang atau 33,28 persen. Sedangkan vaksinasi dosis kedua atau lengkap sebanyak 349.978 orang atau 21,68 persen.
Sedangkan untuk imunisasi dosis ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan sebanyak 6.103 orang atau 0,38 persen.
“Sasaran yang telah mendapatkan pelayanan vaksinasi di antaranya SDM kesehatan, lansia, petugas publik, masyarakat rentan dan umum, remaja di atas 12 tahun dan pelajar,” kata Idris.
Ada ribuan pendaftar yang vaksinasinya ditunda karena berbagai alasan
Idris menjelaskan, dalam program perayaan vaksinasi COVID-19, ada 22.619 orang yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, 21.476 orang atau 94,95 persen telah menerima vaksin.
“Akan tetapi ada juga warga yang sudah mendaftar namun mengalami penundaan, yaitu jumlahnya mencapai 1.143 orang atau 5,05 persen,” kata Idris.
Idris menuturkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan warga mengalami keterlambatan, yakni memiliki kontraindikasi untuk tidak melakukan vaksinasi, seperti yang berusia di bawah 12 tahun. Tak hanya itu, ada beberapa warga yang selama proses pemeriksaan diketahui memiliki penyakit penyerta.
"Kondisi sedang sakit serta belum tiga bulan sejak terkonfirmasi COVID-19 tidak dapat mengikuti vaksinasi," kata Idris.
Kabupaten Cimanggis yang paling banyak menyuntikkan vaksin
Pemerintah Kota Depok mencatat, dalam program gebyar vaksinasi di 11 kecamatan, ada sejumlah kecamatan yang mampu menyediakan vaksin sesuai jumlah pendaftar. Kecamatan Tapos pada hari pertama menyuntik 1.103 orang dengan vaksin dosis pertama dan 1.218 orang pada dosis kedua.
Kecamatan Bojongsari memberikan dosis pertama kepada 958 orang dan dosis kedua kepada 1.126 orang. Kemudian Kecamatan Sawangan memberikan dosis pertama kepada 1.110 orang dan dosis kedua kepada 1.128 orang.
“Cakupan vaksinasi tertinggi berada di Kecamatan Cimanggis dengan total sasaran yang mendaftar 2.710 orang, dan yang mendapat layanan vaksinasi sebanyak 2.580 orang atau 95,20 persen," kata Idris.
Idris meminta warga Kota Depok untuk tidak lalai menjalankan protokol kesehatan meski sudah mendapat vaksinasi COVID-19. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan dinilai dapat membantu mencegah penularan virus corona.
“Keberhasilan melawan pandemi COVID-19 ini sangat tergantung kepada kedisiplinan kita
dalam menerapkan protokol kesehatan secara optimal,” ujarnya.

0 Comments