Sejumlah Ahli Prediksi Data Pemerintah Masih Berpotensi untuk Bocor
Akra Games - Sejumlah ahli dan praktisi keamanan siber memperkirakan masih ada potensi besar terjadinya kebocoran data sensitif yang tersimpan di berbagai lembaga negara atau kementerian.
Menurut CEO Digital Forensic Indonesia yang merupakan pakar keamanan siber yaitu Ruby Alamsyah, menurut jenis instansi dan kategori data yang pernah bocor ia memprediksi potensi itu masih ada.
"Melihat dari jenis instansi dan kategori data yang sudah pernah bocor, maka potensi kebocoran lain kemungkinan besar masih bisa terjadi," ucap Ruby.
Bila berkaca pada kasus-kasus yang pernah terjadi, Ruby menyebutkan pengamanan data-data pribadi masyarakat masih kurang maksimal. Bahkan dia menilai saat ini kecenderungan kebocoran itu menjadi semakin tinggi baik segi kuantitas ataupun kualitas data.
Senada dengan Ruby, pakar keamanan siber dari Vaksin.com yakni Alfons Tanujaya, menilai kebocoran data penduduk kemungkinan besar akan terjadi lagi bila kerentanan dalam hal perlindungan tidak direspons dengan baik oleh para pemangku kepentingan. Terutama jika terjadi kerentanan pada sumber daya manusia dan celah keamanan yang terdapat pada aplikasi.
Alfons menilai kerentanan itu tak boleh lepas dari pengawasan secara rutin.
"Betul [potensi kebocoran data akan tetap ada, tetapi celahnya terdapat pada sistem yang rentan dan tak dilindungi dengan baik]," tutur Alfons.
Walau demikian, Alfons menuturkan kebocoran data penduduk memang harus disikapi dengan bijak, yang mana kebijakan kredensial dan manajemen informasi perlu menyesuaikan dengan asumsi data kependudukan sudah bocor.
Alfons juga menggaris bawahi sistem pada aplikasi yang memakai data pribadi kependudukan sebagai sumber kredensial untuk membuka informasi sekunder. Hal itu akan memicu terjadinya kebocoran data sekunder yang mudah diretas.
"Di sinilah pentingnya kredensial atau ID nasional yang dapat menerapkan TFA atau OTP sehingga informasi sekunder lain seperti sertifikat vaksin tak mudah bocor atau diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," imbuhnya.

0 Comments