Ilustrasi Taliban, sumber foto: REUTERS / Abdul Khaliq Achakzai
Akra Games - "Perhelatan" di Afghanistan belum berakhir. Taliban masih mempertimbangkan tokoh yang cocok untuk mengambil alih Afghanistan di bawah panji mereka. Beberapa nama, seperti Mohammad Yaqoob, menurut para ahli, memasuki pasar calon pemimpin Afghanistan yang baru.
Dikutip dari RFE/RL, Mohammad Yaqoob adalah putra tertua pendiri Taliban, Mullah Mohammad Omar, yang meninggal pada 2013. Yaqoob lulus dari sekolah agama Islam garis keras di kota Karachi, Pakistan. Hingga saat ini, tidak diketahui kapan Yaqoob lahir, namun beberapa ahli memperkirakan Mohammad Yaqoob berusia 30-an saat ini.
Sosok Mohammad Yaqoob tidak banyak diketahui publik, hanya sedikit informasi yang tersedia mengenai dirinya. Berikut adalah profil putra pendiri Taliban.
Dikenal publik setelah muncul melalui pesan suara
Kehidupan Mohammad Yaqoob bisa dikatakan sangat tertutup. Sebagai putra pendiri kelompok militan paling kuat di Afghanistan, nama dan wajah Yaqoob awalnya hanya diketahui oleh pejabat Taliban.
Melansir RFE/RL, nama dan suara Mohammad Yaqoob mulai dikenal masyarakat luas pada 2015. Saat itu, ia mengumumkan kematian ayahnya yang telah meninggal sejak 2013 melalui rekaman suara.
Dalam pesan tersebut, Yaqoob menyerukan kepada seluruh pejuang Taliban untuk tetap bersatu meskipun pemimpin utama dan spiritual mereka, Mohammad Omar, telah meninggal karena sakit. Selain itu, Mohammad Yaqoob juga menegaskan bahwa kematian ayahnya bukan karena pembunuhan atau orang dalam, tetapi murni akibat penyakitnya.
Menolak posisi kepemimpinan setelah kematian ayahnya
Sebagai putra Mohammad Omar, pendiri Taliban, Mohammad Yaqoob awalnya diyakini sebagai pemimpin kelompok tersebut. Namun, ini tidak terjadi karena beberapa alasan.
Selama pemilihan pemimpin baru Taliban pada tahun 2016, Mohammad Yaqoob menunjuk Hibatullah Akhundzada sebagai calon pemimpin baru Taliban. Dia menganggap dirinya terlalu muda dan kurang pengalaman tempur, seperti dilansir Reuters.
Pemilihan Akhundzada sebagai pemimpin Taliban pada awalnya kontroversial, tetapi ia berhasil mengkonsolidasikan situasi. Setelah terpilih sebagai pemimpin, Hibatullah Akhundzada mengangkat Mohammad Yaqoob sebagai wakilnya dalam urusan militer. Yaqoob masih memegang posisi ini hingga hari ini.
Berpotensi menjadi pemimpin simbolis Taliban
Taliban sedang merancang struktur pemerintahan atau kabinet baru setelah merebut kembali Afghanistan. Sejumlah kemungkinan tentang siapa yang akan memegang posisi ini dianalisis oleh para ahli.
Menurut sumber, tugas merancang susunan kabinet baru diserahkan kepada Mohammad Yaqoob bersama Sirajuddin Haqqani. Ini menunjukkan kepercayaan dan peran kuat yang diberikan Hibatullah Akhundzada kepadanya.
France24 melaporkan, menurut beberapa ahli ada kemungkinan besar Mohammad Yaqoob akan ditunjuk sebagai pemimpin simbolis Taliban karena dia adalah keturunan langsung dari Mohammad Omar. Namun, ada nama lain yang juga merupakan calon kuat kepemimpinan seperti Abdul Ghani Baradar, salah satu pendiri Taliban, atau Hibatullah Akhundzada sendiri.
Itu akan terjawab ketika Taliban mengumumkan struktur pemerintahan mereka yang diperkirakan akan berlangsung minggu ini. Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, menjelaskan bahwa struktur kabinet hampir selesai.

0 Comments