Psikosomatis, Gangguan yang Dapat Perburuk Penyakit Fisik


Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock

Akra Games - Stres merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap orang. Namun, berhati-hatilah jika stres dibiarkan karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan psikosomatik. Penyakit dapat muncul atau bahkan memperburuk gejala atau keluhan fisik tertentu, seperti nyeri.


Psikosomatik terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran mempengaruhi tubuh sampai penyakit itu muncul atau menjadi lebih buruk. Istilah gangguan psikosomatik digunakan untuk menggambarkan keluhan fisik yang diduga disebabkan atau diperburuk oleh faktor psikologis atau mental, seperti stres dan kecemasan.


Sedangkan dari segi psikologi, penyakit psikosomatik atau “fungsional” adalah suatu keadaan yang menimbulkan rasa sakit dan gangguan pada fungsi tubuh, meskipun pada pemeriksaan fisik, atau pemeriksaan penunjang seperti rontgen atau tes darah tidak ditemukan kelainan.


Bagaimana Pikiran Mempengaruhi Penyakit?


Seperti diketahui, pikiran dapat menimbulkan gejala atau perubahan fisik seseorang. Misalnya, ketika merasa takut atau cemas, dapat menimbulkan tanda-tanda seperti detak jantung yang cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), mual atau muntah, gemetar (tremor), berkeringat, mulut kering, nyeri dada, sakit kepala, sakit perut. , napas cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung. Gejala fisik ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas listrik atau impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga dapat menyebabkan gejala fisik di atas.


Sampai saat ini, bagaimana tepatnya pikiran dapat menimbulkan gejala tertentu dan mempengaruhi penyakit fisik, seperti ruam kulit atau tekanan darah tinggi, masih belum jelas. Impuls saraf yang berjalan ke bagian tubuh atau otak diperkirakan mempengaruhi sel-sel tertentu dalam sistem kekebalan tubuh, menyebabkan gejala penyakit. Tapi semuanya masih belum dipahami dengan baik.


Penyakit akibat Psikosomatis


Ketika faktor mental menimbulkan gejala penyakit, tetapi penyakit itu sendiri tidak dapat ditemukan atau dideteksi secara fisik, atau keluhan rasa sakit yang tidak sesuai dengan gejala, kondisi ini diklasifikasikan sebagai gangguan psikosomatik. Keluhan psikosomatik terkadang sulit dikenali, baik oleh penderitanya sendiri maupun oleh dokter, karena tidak menunjukkan tanda dan gejala yang spesifik. Namun satu hal yang pasti, gangguan ini dapat menimbulkan masalah nyata bagi penderitanya dan orang-orang di sekitarnya.


Penyakit tertentu telah terbukti diperparah oleh kondisi mental seseorang. Misalnya pada psoriasis, sakit maag, tekanan darah tinggi, diabetes, dan eksim. Kondisi penyakit sering kambuh atau bertambah parah ketika penderitanya mengalami stres atau kecemasan. Namun secara fisik kondisinya terlihat nyata dan pada pemeriksaan fisik akan terdeteksi oleh dokter.


Berbeda dengan gangguan psikosomatik, gejala yang muncul dan tanda kelainan fisik yang ditemukan pada penderitanya tidak selalu jelas, dan tidak terdeteksi oleh dokter. Namun keluhan dan dampak dari gangguan tersebut dirasakan oleh pasien. Inilah sebabnya mengapa gangguan psikosomatik terkadang sulit dideteksi.


Cara Mengatasi Psikosomatik


Gangguan psikosomatik dapat diatasi atau diringankan dengan beberapa metode terapi dan pengobatan, seperti:


  • Psikoterapi, salah satunya adalah metode terapi perilaku kognitif.

  • Latihan relaksasi atau meditasi.

  • Teknik pengalihan.

  • akupunktur.

  • Hipnosis atau hipnoterapi.

  • Terapi listrik, yaitu dengan stimulasi saraf listrik transkutan (TENS).

  • Fisioterapi.

  • Obat-obatan, seperti antidepresan atau obat penghilang rasa sakit yang diresepkan oleh dokter.


Dalam metode terapi kognitif-perilaku, penderita gangguan psikosomatik akan diminta untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dapat memperburuk gejala. Terapi ini dapat membantu meredakan pikiran yang berlebihan, serta mengatasi perasaan dan perilaku yang berhubungan dengan gejala penyakit yang dialami.


Gangguan psikosomatik adalah jenis gangguan yang harus ditangani oleh psikiater, dan seringkali gangguan psikosomatik memerlukan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan medis. Meski tidak terlihat secara fisik, keluhan psikosomatis ini menimbulkan masalah nyata bagi penderitanya. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal diduga mengalami gangguan psikosomatis, sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.



0 Comments