Seputar Kecanduan Seks yang Perlu Diketahui

 

Ilustrasi, sumber foto: Freepik


Kecanduan seks dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang membuat seseorang tidak dapat mengontrol tindakan atau hasrat seksualnya. Seperti halnya kecanduan alkohol atau narkoba, kecanduan seks yang tidak diobati dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.


Kecanduan seks adalah salah satu bentuk gangguan perilaku adiktif. Seseorang bisa saja mengalami kecanduan pada banyak hal, misalnya berjudi, berbelanja, bermain game, hingga seks.


Kecanduan seks sering disebut sebagai hiperseksual atau gangguan perilaku seksual kompulsif. Kecanduan seks dapat mencakup banyak faktor, mulai dari kebiasaan melakukan masturbasi, cybersex melalui video atau telepon, berganti pasangan, bahkan pemerkosaan atau penganiayaan saat berhubungan seksual.


Penyebab dan Tanda Kecanduan Seks


Sebenarnya tidak ada faktor pasti yang menjadi penyebab terjadinya kecanduan seks. Namun, diperkirakan ada faktor biologis, psikologis dan sosial yang berkontribusi pada perkembangan gangguan ini.


Sebuah penelitian menyatakan bahwa kecanduan seks bisa muncul akibat pola asuh yang buruk selama masa kanak-kanak. Dalam studi lain, ditemukan sekitar 82 persen pecandu seks pernah menjadi korban pelecehan seksual.


Tak hanya itu, ada juga faktor lain yang bisa meningkatkan risiko berkembangnya kecanduan seks, misalnya kemudahan akses konten pornografi, serta efek samping minuman beralkohol dan penyalahgunaan narkoba.


Beberapa tanda kecanduan seks yang perlu kamu kenali antara lain:


  1. Sering memiliki pikiran kotor atau fantasi seksual.

  2. Mudah tersinggung dan berbohong untuk menutupi perilakunya yang sebenarnya.

  3. Memiliki keinginan yang tinggi untuk melakukan hubungan seksual dengan banyak orang.

  4. Tidak mampu mengontrol perilaku kecanduan seks, bahkan hingga mengganggu aktivitas dan produktivitas kerja sehari-hari.

  5. Cenderung membahayakan diri sendiri atau orang lain karena perilaku seksual.

  6. Merasa menyesal atau bersalah setelah berhubungan seks.


Penanganan Kecanduan Seks


Tujuan mengobati kecanduan seks atau gangguan perilaku seksual kompulsif adalah untuk membantu pecandu mengelola dorongan seks mereka dengan cara yang tepat dan menjaga aktivitas seksual yang sehat.


Beberapa pengobatan untuk kecanduan seks yang bisa dilakukan antara lain:


1. Psikoterapi


Terapi perilaku kognitif adalah jenis psikoterapi yang biasa digunakan untuk mengatasi kecanduan seks. Terapi perilaku kognitif ini bertujuan untuk membantu penderita mengenali pola pikirnya sendiri tentang perilaku seksual yang sebelumnya negatif dan mengubahnya menjadi positif.


Selain terapi perilaku kognitif, ada jenis psikoterapi lain yang dapat membantu mengatasi kecanduan seks. Jenis terapi akan disesuaikan dengan tingkat kecanduan seksual yang dilakukan oleh psikolog.


2. Obat-obatan


Penggunaan obat antidepresan juga dinilai dapat membantu mengatasi kecanduan seks karena memiliki efek samping yang dapat menurunkan hasrat seksual.


Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) adalah jenis obat antidepresan yang biasa digunakan untuk pasien dengan kecanduan seks. Contoh obat golongan SSRI adalah fluoxetine, fluvoxamine, dan paroxetine.


Kecanduan seks bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Perlu juga disadari bahwa gangguan perilaku ini dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker serviks dan infeksi menular seksual yang berbahaya, seperti HIV dan hepatitis B. Tidak hanya itu, kecanduan seks juga dapat berujung pada jerat kriminal.


Oleh karena itu, jika kamu merasa memiliki tkamu-tkamu kecanduan seks yang mulai mengganggu pemikiran dan produktivitas kamu, atau mungkin kamu mengenali seseorang yang mengidapnya, segera konsultasikan ke psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat.



0 Comments