Sebanyak 10 Kapal Asing Milik Vietnam dan Malaysia Ditenggelamkan Kejari Batam

 

Ilustrasi, sumber foto: AFP/LOUIS ANDERSON


Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam telah menenggelamkan 10 kapal ikan asing. Kapal ikan asing yang yang telah ditenggelamkan telah memiliki kekuatan hukum tetap, berdasarkan keputusan pengadilan perikanan.


Kegiatan ini akan digelar pada 3-4 Maret 2021. Rinciannya, lima kapal ikan asing itu ditenggelamkan, Kamis (4/3/2021). Sehari sebelumnya, empat kapal asing juga ditenggelamkan.


"Yang ditenggelamkan 5 kapal, untuk yang satu kapal sudah hampir tenggelam di dermaga PSDK, hanya tinggal anjungan saja," ujar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau, Hari Setiyono.


Dimusnahkan di Perairan Galang, Batam


Penenggelaman kapal asing itu dilakukan di perairan air raja, Galang, Batam, Kamis (4/3/2021). Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Antam Novambar menyaksikan kegiatan tersebut.


Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau, Hari Setiyono, mengatakan eksekusi dilakukan setelah pengadilan perikanan menyatakan ditangkap untuk dimusnahkan.


"Proses penenggelaman kapal berjalan lancar," kata Hari.


Dimusnahkan kapal asing berbendera Vietnam dan Malaysia


Sepuluh kapal ikan asing (KIA) yang ditenggelamkan terdiri dari 8 kapal berbendera Vietnam, yaitu KG 95786 TS, BD 30919 TS, BD 30942 TS, KG 94376 TS, KG 94654 TS, TG 9481 TS, TG 9437 TS. Sedangkan dua kapal berbendera Malaysia adalah SLFA 4654 dan Karang 6.


Kapal asing tersebut ditenggelamkan dengan cara diberi pemberat berupa randemic (beton cor) dan dilubangi badannya. Proses penenggelaman sekitar 30 menit, dengan waktu persiapan sekitar dua minggu.


Hari menambahkan, eksekusi kapal asing tersebut dapat dilakukan secara sinergis dengan pejabat terkait, dan Batam menjadi pilot project (proyek percontohan) di Indonesia. Ia berharap, daerah lain di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau, bisa melakukan sinergi eksekusi terhadap kapal asing yang sudah berkekuatan hukum tetap.


"Di Kepri, masih ada Natuna dan Karimun, yang akan bisa mencontoh eksekusi hari ini," ujarnya.


Proses penenggelaman kapal yang ramah lingkungan


Dijelaskannya, pelaksanaannya dilakukan dengan proses yang ramah lingkungan. Tujuannya agar bangkai kapal bisa menjadi rumpun untuk dimanfaatkan ikan.


Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan ikan tersebut. 


"Cara ini dianggap paling aman, dilaksanakan dengan menenggelamkan kapal, sesuai alur laut yang ditentukan oleh pejabat berwenang," ucapnya.


Terdapat 22 kapal asing yang dirampas di Dermaga PSDKP


Kepala Kajari Batam, Polin Octavianus Sitanggang mengatakan, 10 kapal ikan asing sudah rampung ditenggelamkan. Namun, pihaknya masih menitipkan sejumlah 22 kapal di dermaga PSDKP yang statusnya dirampas untuk negara.


"Kapal-kapal tersebut untuk dilelang, dalam waktu dekat ini. Kami berusaha eksekusi dengan melibatkan seluruh instansi yg berkompeten agar meminimalisir penyimpangan," kata Polin.


Tanpa kompromi terhadap pelaku illegal fishing


Sekjen KKP dan juga Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antam Novambar menjelaskan, penenggelaman kapal tersebut menunjukkan komitmen KKP dan pejabat terkait untuk terus tegas dan tidak kenal kompromi terhadap para pelaku illegal fishing.


Dia menjelaskan, penenggelaman masih akan terjadi di wilayah lain di Indonesia. Seperti di Natuna, Pontianak hingga Aceh. Total, masih ada 21 kapal yang akan segera ditenggelamkan.


Antam menjelaskan, penenggelaman kapal asing tersebut karena adanya kerjasama yang baik antara KKP dengan Kejaksaan Negeri Batam dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau. Keduanya sepakat bahwa illegal fishing merupakan musuh bersama, sehingga perlu dilakukan tindakan tegas.


“Koordinasi dengan kejaksaan luar biasa, sinkron banget. Illegal fishing ini musuh bersama,” ujarnya.


Kapal yang dirampas ada yang dihibahkan untuk penelitian


Antam mengatakan, penenggelaman kapal bukan satu-satunya pilihan dalam menghancurkan kapal asing. Namun, ada opsi lain, yakni dihibahkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian hingga dilelang untuk menjadi pendapatan negara.


“Selama ini kampus punya fakultas perikanan tapi gak punya kapal, kita kasih. Riset laut gak punya kapal, kita kasih. Jadi ada yang dimanfaatkan,” kata Antam.

Situs Poker Online | Poker88 | Agen Judi Poker Online | Akra Games



0 Comments