Relaksasi dengan 4 Cara Ini Bakal Cegah 5 Penyakit Berikut

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa

Relaksasi bisa menjadi cara untuk mengatasi stres. Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, sakit kepala, gangguan kecemasan, dan depresi. Begitu buruknya dampak stres terhadap kesehatan, sehingga Anda perlu mengelolanya dengan baik.

Relaksasi tidak harus rumit atau mahal. Yang terpenting adalah tepat sasaran untuk mengatasi stres yang Anda alami. Anda bisa melakukan relaksasi secara teratur di rumah, baik sendiri maupun bersama pasangan atau teman. Relaksasi juga merupakan cara yang baik untuk mengatasi insomnia.

Relaksasi untuk Meredakan Stres

Untuk menghindari stres dan efek buruknya, Anda bisa melakukan teknik relaksasi berikut ini:

1. Latihan pernapasan

Menarik napas dalam-dalam secara perlahan dapat membantu meredakan stres. Posisikan diri Anda senyaman mungkin, lalu tarik napas dalam-dalam dan perlahan. Hirup udara dari hidung Anda dan keluarkan melalui mulut. Saat menghirup, mengembang perut, dan mengempis saat Anda mengeluarkan napas. Pejamkan mata agar Anda dapat lebih fokus, bayangkan bahwa udara bersih memenuhi paru-paru Anda, dan udara kotor keluar dari tubuh Anda melalui paru-paru. Lakukan ini sampai Anda merasa tenang. Latihan pernapasan seperti ini bisa membuat Anda rileks.

2. Meditasi

Anda bisa duduk di lantai dengan kaki terlipat. Pejamkan mata, tenangkan diri Anda, dan coba keluarkan semua pikiran dari benak Anda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa meditasi yang dilakukan secara rutin minimal lima menit setiap hari dapat meningkatkan daya hantar listrik saraf otak. Efeknya, Anda tidak mudah stres dan bisa mengurangi kecemasan.

3. Mendengarkan musik

Musik telah dikenal ribuan tahun sebagai bentuk seni yang memiliki khasiat penyembuhan. Jenis musik yang berbeda memiliki efek yang berbeda pula. Pilih musik yang menenangkan dan membuat Anda lebih berenergi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa musik dapat meredakan kecemasan, memperbaiki suasana hati, memperlambat detak jantung, dan menurunkan tekanan darah. Anda juga bisa melakukan aktivitas relaksasi lainnya sambil mendengarkan musik.

4. Yoga

Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi latihan pernapasan dan peregangan otot dalam gerakan yoga dapat membuat mood Anda lebih baik. Efek positif lain dari yoga adalah mengurangi kecemasan, membuat Anda merasa lebih tenang dan bahagia.

Selain berbagai cara di atas, Anda juga bisa mencoba berbagai cara relaksasi lainnya, misalnya dengan menonton drama Korea, olahraga, tidur siang, bermain game, atau sekedar melakukan hobi. Anda juga bisa mencoba aromaterapi, termasuk aromaterapi dengan diffuser, untuk mengurangi stres.

Penyakit yang Mungkin Disebabkan oleh Stres

Jika tidak segera diatasi, stres bisa menimbulkan berbagai penyakit. Padahal jika sudah terlanjur punya penyakit, stres bisa memperparah kondisi tersebut. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang diduga muncul akibat stres.

  1. Sakit kepala
    Stres dapat menyebabkan sakit kepala di banyak lokasi berbeda. Bisa di seluruh bagian kepala, atau hanya satu sisi kepala, yang biasa disebut migrain. Stres dikatakan sebagai pemicu sakit kepala yang paling sering.

  2. Gangguan kecemasan dan depresi
    Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang beban kerjanya terlalu berat lebih berisiko mengalami depresi. Diduga, gangguan kecemasan dan depresi terkait dengan stres yang berlangsung lama.

  3. Penyakit jantung
    Kepribadian stres lebih berisiko mengembangkan tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Stres emosional parah yang terjadi secara tiba-tiba juga bisa memicu serangan jantung. Saat stres, jantung berdetak lebih cepat dan aliran darah meningkat. Selain itu, stres dapat meningkatkan kebiasaan merokok dan makan berlebihan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

  4. Penuaan dini
    Apakah Anda terlihat 9-17 tahun lebih tua? Stres memungkinkannya. Hal tersebut telah diteliti oleh para ahli khususnya mengenai efek penuaan yang berkaitan dengan kerusakan sel dalam tubuh.

  5. Diabetes
    Penderita diabetes harus waspada saat mengalami stres. Stres berkepanjangan bisa memperburuk penyakit. Setidaknya ada dua efek stres pada diabetes. Pertama, stres dapat berdampak langsung pada penderita diabetes tipe 2, yaitu memicu peningkatan kadar gula darah. Kedua, stres cenderung membuat penderita diabetes tidak memperhatikan pola makan yang mereka makan, yang pada akhirnya juga memicu kenaikan gula darah.

Menghilangkan stres tidak harus berarti menarik diri dari kehidupan sehari-hari. Melakukan relaksasi kurang dari 15 menit secara rutin cukup efektif untuk membantu Anda merasa lebih tenang dalam menghadapi berbagai masalah yang Anda hadapi. Jika sudah terbiasa, lama-kelamaan teknik relaksasi sederhana ini akan menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang Anda terapkan sehari-hari dalam rutinitas Anda.

Situs Poker Online | Poker88 | Agen Judi Poker Online | Akra Games

0 Comments