Tik Tok Tengah mengajukan merek baru bernama TikTok Payment

 

Induk TikTok, ByteDance Technology, baru-baru ini mengajukan merek dagang baru bernama TikTok Payment untuk persetujuan operasional, sehingga nantinya akan mencakup internasional dalam 36 kategori.

Dengan demikian, ByteDance mengikuti jejak Alibaba dan Facebook yang sudah memiliki layanan serupa, yakni Alipay dan WhatsApp Pay.


Dilansir dari laman Gizmochina, Kamis 31 Desember 2020, kabar ini muncul setelah perusahaan tidak memenangkan lisensi pembayaran pada September 2020. Saat itu mereka membeli UIPay untuk meningkatkan kemampuan pembayaran elektroniknya sendiri di China.


UIPay didirikan pada tahun 2012 dan telah memperoleh izin pembayaran pihak ketiga dari Bank Sentral China dua tahun kemudian. Pada tahun 2018, beredar rumor bahwa ByteDance Technology telah mengakuisisi UIPay. Namun, informasi tersebut langsung dibantah dengan mengakui bahwa keduanya hanyalah mitra bisnis.


Kemudian, pada Juni 2020, ByteDance berhasil mendapatkan tiga lisensi finansial untuk pembayaran pihak ketiga dan asuransi melalui akuisisi dan cara lain.


Kemungkinan besar mereka ingin mengembangkan dan meluncurkan sistem pembayaran mereka sendiri dengan fokus pertama pengguna di negara asal mereka, China.


Sejak awal tahun ini, raksasa teknologi tersebut telah merekrut secara global untuk memperluas tim yang akan bertanggung jawab membangun jaringan dan platform untuk memberikan solusi pembayaran.

Teknologi ByteDance bahkan telah mengajukan izin perbankan digital di negara-negara seperti Singapura, tetangga Indonesia. Mereka baru-baru ini secara resmi menjalankan bisnis keuangan online di China.


Apalagi, ByteDance sudah mendapatkan izin pinjaman mikro pada pertengahan tahun ini. Mereka juga mengambil langkah untuk pindah ke bisnis saham dan manajemen kekayaan online di Hong Kong.


Teknologi ByteDance kemungkinan berencana untuk memperluas layanan pembayaran online di berbagai negara. Namun, mereka kecil kemungkinannya akan memasukkan Amerika Serikat (AS) sebagai negara yang menjadi target pasarnya.






0 Comments