Jack Wilshere Berikan Pesan Untuk Para Pemain Yang Sedang Alami Depresi

 

Jack Wilshere. Sumber foto: dailycanon.com



Akra Games - Mantan gelandang Arsenal, Jack Wilshere, yang saat ini belum memiliki klub. Dia yang telah mengatasi situasi tersebut dengan banyak-banyak curhat agar tidak mengalami depresi.


Bournemouth yang telah menjadi klub terakhir yang dibela oleh Wilshere pada musim lalu. Saat ini dia yang telah berstatus free agent, namun tidak kunjung laku di pasaran selama bursa transfer pada musim panas tahun ini.


Karier Wilshere yang telah menurun secara drastis setelah dirinya sempat menjadi idola di Arsenal. Pada usia 29 tahun kini, Wilshere yang sampai harus menerima undangan dari klub yang berkompetisi di Serie B Italia, Como, untuk berlatih.


Wilshere yang telah mengatasi situasinya saat ini dengan lebih berani untuk curhat kepada orang yang bisa dipercaya saat ini. Menurut mantan pemain West Ham United tersebut, bercerita bisa untuk meringankan beban yang ada di pikiran dan menjauhkan diri dari penyakit mental.


"Ketika saya telah berbicara bahwa saya yang telah berlatih sendiri, bahwa saya yang memiliki pemikiran seperti ini: 'untuk apa saya berlatih?'" kata Wilshere kepada Sky Sports.


"Respons dari semua orang saat itu sangat membantu, terutama orang-orang yang dalam sepakbola yang telah saya hormati, mantan pemain, orang-orang yang saya hormati untuk tetap merangkul saya, mengatakan saya masih punya banyak hal untuk diberikan, itu telah  membuat saya semakin merasa lapar untuk kembali dan untuk menikmati sepakbola lagi."


"Kami yang sebagai pemain yang harus mau untuk melakukan curhat, berbicara tentang perasaan kami dan harus sadar bahwa ini bukanlah sebuah kelemahan, itu sebenarnya sebuah keberanian dan orang-orang disekitar anda akan membantu Anda jika Anda membutuhkan bantuan," tegasnya.


Wilshere sudah pernah juga bicara soal mau membuka diri telah membuat perbedaan besar dalam hidupnya. Dia jadi bisa mengatasi mentalnya dalam situasi buruk saat ini.


"Saya yang selalu berpikir bahwa berbicara dengan seseorang - terutama di media - hampir dianggap sebagai kelemahan karena persepsi umum para pesepakbola adalah bahwa 'mereka memiliki segalanya, apa yang harus mereka keluhkan? hidup sudah hebat," Wilshere menjelaskan.


"Pikiran depresi tidak peduli apakah Anda seorang pesepakbola. Saya pikir penting untuk berbicara," bebernya.

0 Comments