Risma Angkat Bicara Terkait Bupati Alor Semprot Pegawai Kemensos


Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini meninjau beberapa lokasi terdampak bencana banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (5/4/2021). Sumber foto: Kemensos RI

Akra Games - Menteri Sosial Tri Rismaharini angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo, menyemprot dua orang yang diduga staf Kementerian Sosial terkait bantuan.

Ia menegaskan, bantuan ke Kabupaten Alor terkait dengan bantuan bencana, bukan Program Keluarga Harapan (PKH). Pada saat bencana, ia kesulitan mendistribusikan bantuan karena cuaca dan koneksi internet yang buruk.

Didorong agar bantuan bisa cepat tersalurkan, ia terhubung dengan Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek, untuk menawarkan bantuan agar bantuan bagi korban bencana bisa cepat diterima masyarakat Alor.

“Saat itu kemudian adalah Ketua DPRD (Alor) menyampaikan kami butuh bantuan, tapi tidak bisa (masuk). Beliau (Ketua DPRD) menawarkan, 'Bu, itu ada paket dari Dolog yang ibu bisa ganti," kata Risma dalam siaran tertulis, Rabu (2/6/2021).

Kemensos memastikan dua pegawai adalah petugas resmi

Kemensos memastikan petugas dalam video tersebut adalah pegawai Kemensos yang menjalankan tugasnya secara resmi.

Mokhamad Alfian, pejabat Kementerian Sosial Kabupaten Alor, menyatakan bahwa dirinya berada di Kabupaten Alor untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar korban bencana.

Ia menyatakan tidak terpengaruh dengan berbagai kondisi yang tidak menyenangkan.

“Tugas kami adalah memastikan bantuan sampai ke masyarakat. Dalam hal ini kami menyalurkan santunan kematian untuk korban bencana,” kata Alfian.

Karyawan yang terkena semprot tetap menjalankan tugasnya

Ia saat ini menjalankan tugas dinasnya pada 7 April 2021, untuk menyelesaikan santunan kematian korban meninggal di Kabupaten Alor, hingga 13 April. Bahkan Alfian harus dua kali ke Alor untuk menjalankan tugasnya.

Bahkan setelah kejadian itu, mereka melakukan dua kali kunjungan kembali ke Kabupaten Alor.

“Kami sedang bekerja dengan fokus melayani dan meringankan beban masyarakat Alor, yang terdampak bencana. Kami tidak terpengaruh dengan berbagai kondisi yang tidak menyenangkan," katanya.

Terkait video viral tersebut, Kemensos telah mengklarifikasi dan memastikan kedua pegawai Kemensos tersebut bekerja dengan baik dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di Kabupaten Alor.

Bupati Alor Marah pada Dua Petugas Kemensos

Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan Bupati Alor, Nusa Tenggara Timur, Amon Djobo, sedang emosi dan marah kepada sejumlah orang.

Ternyata pihak yang disemprot Amon adalah bawahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Dua orang yang diduga staf Kementerian Sosial itu duduk diam mendengarkan Bupati Alor Amon Djobo yang tampak geram.

"Mulutnya lebih cepat dari pikiran, pejabat apa model begitu, menteri model apa itu menteri begitu," katanya, Rabu (2/6/2021). "Kamu tidak hargai pemerintah... Menteri (Sosial) juga tidak mengerti pola bantuan ke bawah.".

Dalam video berdurasi tiga menit itu, Bupati Alor marah karena Kementerian Sosial memberikan bantuan Program Keluarga Harapan atau PKH melalui anggota DPRD. Bukan melalui Pemerintah Kabupaten Alor.

Ia juga meminta pemerintah tidak bermain politik dalam proses bantuan sosial yang ada untuk masyarakat miskin, sehingga penyalurannya harus melalui pemerintah daerah, bukan melalui DPRD.

"Jangan pakai politik. Dia (Menteri Sosial) tidak tahu teknis bantuan di bawah," kata bupati.


0 Comments